Minggu, 25 Januari 2015


diabetes 150x150 Terapi Diabetes
gambar diabetes
Diabetes sesungguhnya tak bedannya dengan penyakit lainnya, jantung, ginjal, liver dan lainnya yang bermuara pada penurunan fungsi atau kemampuan organ. Apalagi ada yang menyebut diabet sebagai kelainan metabolik atau penyakit degeneratif yang bermuara pada penurunan/melemahnya fungsi organ.
Untuk terapi diabet yang penting diperhatikan adalah ikhtiar pemulihan kinerja liver, empedu, ginjal dan pankreas, sehingga organ tersebut bisa memproduksi insulin dengan baik. Dengan pulih dan normalnya kinerja pankreas sebagai pabrik insulin, tentunya gula darah lebih cepat dirubah menjadi energi dan tak lagi tercecer dalam darah dan urin. Dengan demikian terapi diabet idealnya meninggkatkan kinerja organ, bukan hanya terfokus pada naik-turunnya gula darah.

Untuk itu terapi diabet bisa di tempuh :

Pertama : Menykini diabet bisa sembuh dengan izin Allah

Hal terpenting dan mendasar yang harus dilakukan seorang muslim dalam menghadapi keluhan tertentu (penyakit) adalah meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa penyakit yang di derita selain ujian juga ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah. Karena amat sangat tidak ada artinya bagi Allah untuk melepaskan kesulitan atau penderitaan hamba-Nya tanpa mengenal ruang dan waktu. Artinya kecepatan pertolongan dan kesembuhan yang diberikan Allah tidak ada yang bisa menandingi. Sebagaimana keyakinan terhadap rizki, jodoh, mati, qada’ & qada, dan ketentuan Allah lainnya.
Untuk itu, bila kita benar-benar meyakini kesembuhan mutlak hanya datangnya dari Allah tentunya kita berusaha menjalani pengobatan dan meraih kesembuhan sesuai syariat yang ditetapkan Allah dan rosul-Nya. Bagaimana mungkin kesembuhan akan di dapat bila kita lebih meyakini benda atau manusia sebagai penyembuh, kalaupun kita merasa ada perubahan kesehatan atau merasa sembuh dengan perantara media yang dilarang itu hanyalah bersifat sesaat dan harus diwaspadai dampak buruknya.
Rasulullah sendiri menjamin tiadanya kesembuhan bila kita menempuh pengobatan dengan metode atau pun materi (obat) yang dilarang atau diharamkan. Dalam hadits riwayat Imam Bukhori, Rasulullah bersabda : “sesungguhnya Allah tidak akan mendatangkan kesembuhan kepada kalian yang menggunakan segala yang diharamkan.”

Kedua : Menghindar ‘Diet’

Mengurangi dosis makan atau berpantang secara ekstrim dari takaran ideal yang dijalani penderita diabet pada umumnya semakin memperburuk kesehatannya. Sebab secara nyata mengurangi dosis makan otomatis mengurangi asupan nutrisi dan gizi, sehingga tubuh tidak mendapatkan pasokan yang cukup, dan situasi ini tentu berpengaruh langsung pada kemampuan kinerja organ dan antibodi.
Dengan demikian wajar bila stamina atau kondisi penderita diabet yang melakukan diet lambat-laun menurun atau melemah. Sampai pada problem luka kecil saja tubuh tidak mampu melawan hingga muncul ucapan ; “awas orang diabet jangan kena luka, susah sembuh.” Pendeknya pemberlakuan diet ekstrim ini bertentangan dengan Sunnatullah. Untuk itu secara Islami, mereka yang divonis diabet  Sebaiknya hidup normal dan makan/minum yang halal dan toyyiban dengan cukup, sehingga tubuh tetap mendapat pasokan energi, nutrisi/gizi yang memadai, termasuk bila kena luka Insya Allah cepat sembuh.
Bahkan ada baiknya ketika kita terserang penyakit berusaha meningkatkan asupan nutrisi/energi yang berkualitas dari unsur daging, sayuran, buah, susu, nasi/gandum dan lainya untuk mendongkrak atau membentengi tubuh dari serangan penyakit. Logikanya, bila negara kita diserang oleh musuh, apa yang harus kita lakukan? meningkatkan pertahanan atau mengurangi pertahanan? Artinya dalam kehidupan sehari-hari kita tetap menjaga pola makan, tidak berlebihan dan memilah makanan yang terbaik/bermutu.
Khusus bagi penderita yang sudah lama melakukan diet, lebih dari 1 atau 5 tahun sebaiknya penambah dosis makanan ditingkatkan secara bertahap, dan diutamakan perbanyak makanan berserat seperti (sayur), buah, daging. Penambahan takaran makanan bisa ditingkatkan bertahap dengan penambahan 25% pada pekan pertama, selanjutnya ditambah 25% lagi, dan seterusnya.

Ketiga : Al-Hijamah (Bekam)

Al-Hijamah (Bekam), sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah sebagai sebaik-baik pengobatan. Bekam merupakan terapi tercanggih untuk detoksifikasi (membersihkan) racun dari tubuh serta efektif melancarkan/membongkar penyumbatan di pembuluh darah sekaligus meningkatkan kinerja organ dengan lancarnya peredaran darah.
Selain itu bekam merupakan metode pengobatan yang paling cepat menurunkan atau menstabilkan gula darah sekaligus meningkatkan antibodi (daya tahan tubuh). Menurut dr. Yenianto yang juga alumni Fakultas kedokteran UGM, bekam berfungsi secara terus-menerus metabolisme tubuh sehingga meningkatkan fungsi organ. Apalagi diabet juga berpusat di darah, karena itu dengan bekam dapat mengeluarkan unsur-unsur gula yang masuk ke darah.
Sayangnya sampai saat ini masih ada saja pihak yang meragukan pembekaman terhadap penderita diabet dengan alasan terjadi perlukaan dan masalah masa penyembuhannya. Sesungguhnya dalam terapi diabet tidak hanya berhenti pada tindakan bekam saja melainkan harus adanya perpaduan antara keyakinan terhadap kesembuhan, menormalisasi serta memperbaiki pola makan, gerak badan/olahraga, meningkatkan ibadah dan menghindari  tekanan kejiwaan sekaligus memperbaiki akhlak.
Ketika terapi diabet dipadukan dari semua ini, Insya Allah mereka yang divonis kencing manis maupun rendah kadar gulanya lepas dari ‘penjara’ diabet. Sebab dengan perbaikan pola makan alias menghindari diet ekstrim tubuh akan mendapatkan pasokan energi yang cukup, sehingga luka bukanlah masalah yang terlalu dikhwatirkan. Karena bisa diperbandikan manakah luka yang cepat sembuh dialami orang yang kurang gizi dengan mereka yang cukup gizinya?
Adapun khasiat bekam yang paling andal adalah menurunkan dengan cepat angka gula darah sampai pada angka normal, sekaligus memperbaiki kinerja organ-organ terutama pankreas, liver dan ginjal. Lebih dari itu Dr. Ahmad Razak Sharaf, dalam buku penyakit dan terapi bekamnya menjelaskan sejumlah manfaat dan pengaruh positif bekam bagi penderita diabetes antara lain :
  1. Bekam berperan menstimulasi darah dan suplai nutrisi ke sel-sel beta di pankreas. Bekam juga mengendalikan produksi insulin, baik dalam kasus kekurangan ninsulin yang terjadi pada penderita diabet Tipe 1 maupun dalam kasus kelebihan insulin sebagaimana terjadi pada penderita Diabetes Tipe 2.
  2. Zat Nitrit Oksida (NO) yang diproduksi tubuh karena perangsangan sayatan dalam proses bekam, berperan meningkatkan sirkulasi darah di pankreas dan berpengaruh mengendalikan kadar insulin.
  3. Kuatnya isapan dalam proses pembekaman berperan mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme usus dari sirkulasi portal di hati sehingga akan meningkatkan proses metabolisme dihati dan mengurangi kadar gula.
  4. Kekuatan isapan dalam proses pembekaman berperan mengeluarkan berbagai macam zat asam. Untuk pembekaman pasien diabet sebaiknya dilakukan tiap pekan pada bulan pertama. Bulan kedua pembekaman tiap dua pekan dan bulan berikutnya tiap sebulan. Area (titik) bekam yang utama adalah kahil, addohru (area ginjal), belakang lutut. bisa juga ditambahkan di atas area pankreas dan iltiwa’ (bawah mata kaki). Untuk pembekaman tiap pekan dan berikutnya bisa dilakukan di tempat (area) yang sama. Sebaiknya pembekaman di kaki, area belakang paha atau punggung kaki bawah lutut selalu dilakukan.

Keempat : Ruqyah

Ruqyah juga efektife dilakukan secara mandiri atau dibantu tabib dengan pembacaan Al-Quran dan doa-doa yang disyaratkan. Ruqyah juga ditujukan untuk membebaskan seseorang dari keyakinan tiadanya obat dan kesembuhan. Ruqyah sangat efektif sebagai terapi jasmani dan rohani sekaligus Insya Allah mampu melepaskan ragam pemicu diabet.
Sesungguhnya manusia adalah makhluk Allah dan segala yang ada padanya dibawah kekuasaan Allah. Maka, alunan do’a dari hamba-Nya merajut kesehatan dan kesembuhan, Insya Allah doa tersebut dikabulkan oleh Allah. Ruqyah dengan cara membaca Al-Qur’an dan doa, bisa sambil memegang area yang bermasalah dan dilakukan rutin setiap hari/saat.
Kelima : Dawa’ (Herbal)
Untuk meningkatkan fungsi pankreas atau kelemahan sel penangkap gula sangat efektif mengkonsumsi madu asli, habbatussauda serta herbal alami dan Islami lainnya. Kemujaraban madu bagi penderita diabet diantaranya sangat mudah masuk dalam sel sehingga  tidak memperberat kondisi tubuh. Selain itu madu sangat efektif memberikan energi dan nutrisi. Alhasil madu yang diminum dengan benar tidak berpengaruh pada naik turunnya gula darah, melainkan sebaliknya mengendalikan gula darah sekaligus mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.
Al-habbatussauda (jintan hitam) sebagai herbal terbaik selain madu dan dijamin khasiatnya oleh Rasulullah sebagai obat untuk berbagai macam penyakit kecuali kematian, mengandung khasiat unggul mengatasi ragam masalah tubuh termasuk pankreas. Dengan mengkonsumsinya  secara rutin mampu meningkatkan daya tahan tubuh, meremajakan sel-sel, membersihkan darah, sumber mineral dan khasiat lainnya.
Dengan demikian mereka yang divonis diabet tenang saja! Insya Allah dengan menjalani terapi alami dan Islami semua keluhan dan derita tubuh yang menderita bisa dilalui dengan mudah.
Keenam : Hindari Stress
Seseorang yang tidak bisa mengolah hati dan pikirannya berpotensi menimbulkan banyak penyakit, diantaranya mudah diamati mudah lelah, gampang jatuh sakit, tiada keceriaan. Untuk itu sebagai Muslim utamanya kita diperintahkan  untuk senantiasa menjaga suasana hati (ruh), sebab rapuhnya ruh sangat berpengaruh pada kekuatan organ fisik.
Artinya bila seseorang stress maka seluruh organnya juga stress. Maka mengendalikan diri dan hati dengan meningkatkan kualitas ibadah dan pengelaman agama Insya Allah membentuk jiwa dan raga yang sehat dan antibodi yang unggul.
Betapa Rasulullah adalah teladan utama dalam semua aspek hidupnya, paling baik akhlaknya, paling sehat tubuhnya, paling baik ibadahnya, paling baik pola makanannya, paling baik kepemimpinannya dan teladan terbaik lainya.
Ketujuh : Hindari Amputasi
Insya Allah dengan hijrah ke pengobatan Islam yang terpadu semua problem luka maupun gejala-gejalanya bisa dibatasi sejak dini. Adapun bagi mereka yang mengalami luka yang sudah terbuka (gangren) juga tak perlu risau, karena lukanya bisa dirawat dan Insya Allah sembuh seperti sedia kala. karena itu amputasi wajib dihindari, dan kondisi luka biasanya semakin para manakala penderita melakukan diet ekstrim cukup lama atau pankreas semakin melemah.
Idealnya pengobatan yang dijalani tidak membuat organ seseorang semakin berkurang, namun sebaliknya pengobatan membuat kesehatan dan organnya menguat dan membaik.
semoga bermanfaat ...

WALLAHU A’LAM

*disadur dari  http://rumahsehatarasy.com/tips-terapi-diabetes/